Fobis.ID > Aplikasi > Apakah Robot Trading Legal? Simak Penjelasan OJK dan Bappebti

Apakah Robot Trading Legal? Simak Penjelasan OJK dan Bappebti

FOBIS.ID – Penangkapan Wahyu Kenzo membuat pertanyaan ini kembali mencuat, apakah robot trading legal?

Simak penjelasan OJK ini yang dirangkum Fobis berikut ini.

Dari informasi yang dirangkum di dunia maya, Polda Jawa Timur menerima laporan dari sekitar 25 ribu korban robot trading. Total rugi mencapai 9 triliun, crazy rich Surabaya ditangkap yang bernama asli Wahyu Kenzo.

Robot trading bukanlah sebuah konsep baru dalam dunia trading.

Sejarah Robot Trading

Istilah robot trading pertama kali diperkenalkan pada tahun 1949 oleh seorang penulis fiksi ilmiah bernama Isaac Asimov.

Namun, penerapan robot trading dalam dunia trading keuangan baru dimulai pada tahun 1980-an.

Perusahaan broker online pertama kali memperkenalkan sistem trading otomatis berbasis algoritma pada platform trading mereka.

Sejak saat itu, banyak perusahaan broker dan penyedia layanan trading mengembangkan sistem robot trading.

Tentunya tujuan awal robot trading ini untuk melayani kebutuhan investor.

Perkembangan teknologi dan komputasi yang semakin canggih mendukung pertumbuhan robot trading.

Kemampuan robot untuk menganalisa data secara cepat dan melakukan transaksi dengan kecepatan tinggi menarik minat banyak investor.

Selain itu, konsistensi strategi trading yang diterapkan robot trading membuat investor merasa aman menggunakan sistem ini.

Aktivitas trading menjadi lebih aktif dengan adanya robot trading.

Robot mampu melakukan jumlah transaksi yang jauh lebih banyak dibandingkan manusia.

Hal ini meningkatkan likuiditas di pasar keuangan. Namun, peningkatan aktivitas trading ini juga meningkatkan volatilitas pasar yang dapat menyebabkan gejolak.

Oleh karena itu, kehadiran robot trading perlu diikuti dengan pengawasan yang ketat agar tetap sesuai dengan tujuan dan peraturan.

Apakah Robot Trading Legal?

Robot trading adalah sistem perdagangan otomatis yang menggunakan algoritma untuk melakukan transaksi di pasar keuangan secara otomatis.

Robot trading bekerja dengan menganalisa data pasar secara cepat dan melakukan transaksi secara otomatis sesuai strategi yang telah diprogram sebelumnya.

Aturan mengenai platform trading di Indonesia adalah peraturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

OJK telah mengeluarkan POJK Nomor 32/POJK.04/2016 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Berbasis Teknologi Informasi di Sektor Jasa Keuangan.

Selain OJK, paling baru adalah regulasi dari Bappebti Nomor 04/bappebti/se/01/2023 mengenai ketentuan teknis pialang berjangka.

Secara substansi, keduanya mengatur bahwa penyedia jasa keuangan yang menyediakan sistem perdagangan secara elektronik harus mendapat ijin dari OJK dan Bappebti.

Selain itu, pelaksanaan sistem perdagangan secara elektronik harus memenuhi beberapa persyaratan.

Seperti menyediakan akses yang adil, transparan dan terpercaya, serta menjamin keamanan dan integritas sistem.

Kedua aturan ini dikeluarkan untuk melindungi kepentingan investor serta menjaga kestabilan sistem keuangan di Indonesia.

Secara spesifik, OJK dan Bappebti belum pernah mengeluarkan ijin robot trading bagi platform trading manapun.

Apakah Robot Trading Legal? Simak Penjelasan OJK

Bahkan jika suatu platform trading yang sudah mendapatkan ijin OJK dan Bappebti menawarkan fitur robot trading, maka fitur itu ilegal.

Karena menurut pertimbangan kedua lembaga ini, robot trading rentan menjerumuskan investor pada kerugian yang serius.

Meski tampak menguntungkan, namun robot trading tidak mampu mengantisipasi sentimen pasar akibat situasi politik dan bencana.

Sehingga OJK dan Bappebti lebih memilih untuk tidak mengeluarkan ijin robot trading agar investor bisa belajar trading secara manual.

Agar aktifitas trading bisa tetap aman, transparan, dan investor mengambil resiko dengan kesadaran penuh. Bukan atas kerja robot trading yang hanya memahami algoritma.

Kelebihan dan Kekurangan

Jika trader tetap ingin mencoba trading dengan robot, maka harus siap dengan segala konsekuensi, kelebihan dan kekurangannya.

Robot trading memiliki beberapa kelebihan seperti kecepatan eksekusi transaksi, konsistensi strategi, serta kemampuan menganalisa data secara cepat.

Baca juga: Kenali Apa Itu Robot Trading, Jangan Gampang Tergiur Auto Kaya Malah Tertipu

Namun, robot trading juga memiliki beberapa kekurangan.

Seperti kurang fleksibel dalam menyesuaikan strategi, rentan terhadap perilaku pasar yang tidak wajar, serta masih membutuhkan pengawasan dari manusia.

Oleh karena itu, investor harus memahami cara kerja robot trading serta risiko yang mungkin terjadi sebelum menggunakannya.

Secara keseluruhan, robot trading belum diperbolehkan di Indonesia demi menjaga kestabilan dan keamanan sistem keuangan serta melindungi kepentingan investor.

Ikuti Kami di Google News

Tinggalkan komentar